Retardasi Mental

Retardasi Mental

Retardasi mental merupakan keterbatasan fungsi intelektual seseorang yang berhubungan dengan kegiatan yang menggunakan skill (tenaga), komunikasi, dan pembawaan diri.

Ciri-ciri retardasi mental
1. Penderita mengalami keterbatasan pada fungsi intelektualnya, yang ditandai dengan sulit belajar.
2. Kesulitan dalam melaksanakan penggunaan skill (tenaga), komunikasi, dan pembawaan diri

Gangguan yang dialami oleh penderita retardasi mental antara lain :
1. Gangguan konsentrasi (perhatian)
2. Gangguan ingatan (memori terbatas)
3. Gangguan prestasi akademik
4. Gangguan bahasa, yaitu mengalami kesulitan dalam berbicara (biasanya berbicara jelas tetapi cedal)

Kriteria retardasi mental :
1. IQ kurang dari 70 (IQ normal antara 90-110). Dari IQ tersebut retardasi mental dapat diklasifikasikan :
a. Ringan dengan IQ 55-70
b. Sedang dengan IQ 40-49
c. Berat dengan IQ 25-34
d. Sangat berat dengan IQ kurang dari 20
2. Mempunyai hambatan dalam perkembangan sosial
3. Mempunyai hambatan dalam kontrol diri
4. Mempunyai hambatan dalam perkembangan secara umum
5. Mendapat gangguan pada beberapa fungsi otak

Jenis retardasi mental :
1. Mental retardation ringan atau semu (Cultural familial retardation), disebabkan oleh kondisi lingkungan
dan sosial ekonomi keluarga yang tidak mendukung.
2. Mental retardation berat, disebabkan oleh faktor genetik yang dibedakan menjadi:
a. Down syndrome, yang terdiri dari :
(1). Trisomy 21, terjadi kelebihan kromosom pada pasangan kromosom 21 yang terdiri atas tiga kromosom. Biasanya terjadi pada anak-anak yang berasal dari ibu yang mengandung pada usia kritis yaitu usia di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun.
(2). Mosaicism, terjadi karena adanya kegagalan dalam perkembangan sel secara sempurna sehingga menimbulkan kelebihan atau kekurangan kromosom pada tubuh.
(3). Translocation, terjadi akibat adanya pasangan kromosom yang melekat pada pasangan kromosom lainnya, sehingga menimbulakan gangguan terhadap fungsi intelektual penderitanya.
b. Phenylketonuria (PKU), kemampauan tubuh untuk mengubah phenylalanin menjadi tirosin terganggu sehingga tidak memenuhi persyaratan yang dibutuhkan tubuh.
c. Tay Sachs Disease, terjadi pembesaran pada tengkorak sehingga menimbulkan kemunduran sistem syaraf. Penyakit ini biasa terdeteksi pada usia 6 bulan. Akibat penyakit ini penderita kehilangan kemampuan intelektual dan otot-ototnya menjadi lemah.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s